Tepat sekitar jam 13.53. seorang teman mengabariku unutk datang dan berniat meminjam laptop untuk mngerjakan tugas. tiba-tiba saja dia mulai bercerita tetang semua uneg-unegnya kepadaku. biangung aku harus ngomong apa. ku hanya terdiam dan terpaku ke layar laptop sambil mendengarkannya.
"zam, aku bingung dengan keadaan diriku. mungkin ada yang saah dengan siriku. aku merasa semua tentangku salah. aku merasa aku sudah meampaui sisi negatifku. aku merasa mulai menjauhi teman-temanku, padahal mereka mendekatiku. aku sanagat bingung dengan keadaanku saat ini.''
aku masih terdiam dan terpaku kedepan laptop.
"hey,,kamu masih dengerin aku kan?. aku baru kali ini rasanya cerita tentang semua masalahku sama orang lain. padahal aku banyak teman dekat. tapi entah kenapa aku merasa tidak percaya aja sama mereka. aku merasa lain kali ini. aku juga sempat iri sama teman sekamarku si Koko. dia seperti mudah saja menjalani hidup. pertama UKT kuliah dia murah banget,, entah kenapa aku merasa iri sekali. kemudian, dia mudah saja dia mendapatkan teman wanita. aku ingin sekali seperti itu. aku sangat sulit mendekati wanita karena aku masih ingat dengan cinta pertama ku. yang kemungkina besar dia spertinya tidak menyukai ku."
aku bingung..
"aku juga merasa durhaka sma orang tua ku. aku merasa banyak banget salah sama orang tua ku. aku merasa sudah sangat menyusahkan orang tua ku. aku merasa sudah melampaui batas kekurang ajaranku sama orang tuaku. aku merasa anak paling menyusahkan. aku merasa saat ku kuliah jauh disini aku sudah menghabiskan semua jatah hidup orang tuaku di kalimantan sana. aku sebenarnya ingin sekali meringankan beban orang tuaku agar tidak meminta lagi sama mereka. pernah ku mencoba untuk irit, tapi susah sekali. aku selalu ingin makan enak. aku selalu ingin merasa makmur. aku merasa ingin selalu bahagia. aku merasa aku sedikit egois. kamu masih dengerin aku kan??"
aku hanya menjawab dengan mendehem. dia melanjutkan lagi.
"ada lagi, ini masalah asmaraku yang tadi. aku meras susah sekali untuk menyukai wanita lain. entah kenapa mungkn karena cinta pertama ku itu. satu lagi aku merasa ,,entahlah..susah sekal untuk membuat seseorang perempuan sangat spesial bagiku. aku bingung.aku tertekan dengan semua ini. terkadang di dalam kesendirian, aku melamun lamakelamaan aku menangis terkadang lang sung tertawa. aku takut aku menjadi gila. aku takut sekali."
aku mulai berfikir untuk memberikan dia sebuah jawaban yang sangat berarti baginya. tapi aku masih bingung ingin memberikan jawaban apa yang pas untuknya. yang bisa membuat dia termotivasi hidup kembali. dia mwlanjutkan.
"sekarang seakan aku ingin pergi. pergi dari masalah. aku merasa sudah terlalu bnayak masalah. banayk cara sudah kulakukan untuk menghilangkan fikiranku dari masalah.terkadang aku pergi keluar dari kamar dan bingung entah mau kemana. biasanya aku langsung mampir ke warung. aku makan tidak terkekdali. setelah itu aku menyeal kenapa aku makan banyak. aku jadi kehabisan jatah uang. enta apa yang kulakuakan kalau aku samapai kehabisan uang. banyak sekali masalahku."
"aku pernah merasa benci sekali kenapa aku di hidupkan seperti ini. merasa tidak dikenal orang. merasa kotor. measa sudah terlalu banyak dosa. merasa sudah terlalu banyak salah ke orang tua. merasa sudah mencapai batas kehancuran hidup yang baik di mata ALLAH. ingin sekali aku kembail hidup. ingin aku mengulang kembali semua. ya semua dari awal."
dia terhenti, kembali merenung dan menangisi semua. dia seperti sangat puas sudah meluapkan semuanya. semua uneg-uneg dan masalah dihatinya. suasana pun semakin mendukung dengan tersetelnyairama musik dari kerispatih yang seakan menghanyutkan suasana.
ingin sekali aku memberikan nasehat yang baik. tai aku bingung mau mengatakan apa. padahal sudah berfikir dari tadi. sudahlah mungkin dia sudah sangat lelah dengan semua yang dia lalaui. aku hany bisa berpesan, lupakan semua yang sudah berlalu. mulai semua dari awal. dengan lebih baik lagi dari yang kemaren. imbangi dengan do'a kepada-Nya. InsyaALLAH,, Dia akan memberi kamudahan kepadamu. karena Dia Maha Penyayang dan Mha Pengampun.
"zam, aku bingung dengan keadaan diriku. mungkin ada yang saah dengan siriku. aku merasa semua tentangku salah. aku merasa aku sudah meampaui sisi negatifku. aku merasa mulai menjauhi teman-temanku, padahal mereka mendekatiku. aku sanagat bingung dengan keadaanku saat ini.''
aku masih terdiam dan terpaku kedepan laptop.
"hey,,kamu masih dengerin aku kan?. aku baru kali ini rasanya cerita tentang semua masalahku sama orang lain. padahal aku banyak teman dekat. tapi entah kenapa aku merasa tidak percaya aja sama mereka. aku merasa lain kali ini. aku juga sempat iri sama teman sekamarku si Koko. dia seperti mudah saja menjalani hidup. pertama UKT kuliah dia murah banget,, entah kenapa aku merasa iri sekali. kemudian, dia mudah saja dia mendapatkan teman wanita. aku ingin sekali seperti itu. aku sangat sulit mendekati wanita karena aku masih ingat dengan cinta pertama ku. yang kemungkina besar dia spertinya tidak menyukai ku."
aku bingung..
"aku juga merasa durhaka sma orang tua ku. aku merasa banyak banget salah sama orang tua ku. aku merasa sudah sangat menyusahkan orang tua ku. aku merasa sudah melampaui batas kekurang ajaranku sama orang tuaku. aku merasa anak paling menyusahkan. aku merasa saat ku kuliah jauh disini aku sudah menghabiskan semua jatah hidup orang tuaku di kalimantan sana. aku sebenarnya ingin sekali meringankan beban orang tuaku agar tidak meminta lagi sama mereka. pernah ku mencoba untuk irit, tapi susah sekali. aku selalu ingin makan enak. aku selalu ingin merasa makmur. aku merasa ingin selalu bahagia. aku merasa aku sedikit egois. kamu masih dengerin aku kan??"
aku hanya menjawab dengan mendehem. dia melanjutkan lagi.
"ada lagi, ini masalah asmaraku yang tadi. aku meras susah sekali untuk menyukai wanita lain. entah kenapa mungkn karena cinta pertama ku itu. satu lagi aku merasa ,,entahlah..susah sekal untuk membuat seseorang perempuan sangat spesial bagiku. aku bingung.aku tertekan dengan semua ini. terkadang di dalam kesendirian, aku melamun lamakelamaan aku menangis terkadang lang sung tertawa. aku takut aku menjadi gila. aku takut sekali."
aku mulai berfikir untuk memberikan dia sebuah jawaban yang sangat berarti baginya. tapi aku masih bingung ingin memberikan jawaban apa yang pas untuknya. yang bisa membuat dia termotivasi hidup kembali. dia mwlanjutkan.
"sekarang seakan aku ingin pergi. pergi dari masalah. aku merasa sudah terlalu bnayak masalah. banayk cara sudah kulakukan untuk menghilangkan fikiranku dari masalah.terkadang aku pergi keluar dari kamar dan bingung entah mau kemana. biasanya aku langsung mampir ke warung. aku makan tidak terkekdali. setelah itu aku menyeal kenapa aku makan banyak. aku jadi kehabisan jatah uang. enta apa yang kulakuakan kalau aku samapai kehabisan uang. banyak sekali masalahku."
"aku pernah merasa benci sekali kenapa aku di hidupkan seperti ini. merasa tidak dikenal orang. merasa kotor. measa sudah terlalu banyak dosa. merasa sudah terlalu banyak salah ke orang tua. merasa sudah mencapai batas kehancuran hidup yang baik di mata ALLAH. ingin sekali aku kembail hidup. ingin aku mengulang kembali semua. ya semua dari awal."
dia terhenti, kembali merenung dan menangisi semua. dia seperti sangat puas sudah meluapkan semuanya. semua uneg-uneg dan masalah dihatinya. suasana pun semakin mendukung dengan tersetelnyairama musik dari kerispatih yang seakan menghanyutkan suasana.
ingin sekali aku memberikan nasehat yang baik. tai aku bingung mau mengatakan apa. padahal sudah berfikir dari tadi. sudahlah mungkin dia sudah sangat lelah dengan semua yang dia lalaui. aku hany bisa berpesan, lupakan semua yang sudah berlalu. mulai semua dari awal. dengan lebih baik lagi dari yang kemaren. imbangi dengan do'a kepada-Nya. InsyaALLAH,, Dia akan memberi kamudahan kepadamu. karena Dia Maha Penyayang dan Mha Pengampun.
Komentar
Posting Komentar